Skip to main content
Efek Samping Pengobatan Kanker Kini Lebih Ringan

Efek Samping Pengobatan Kanker Kini Lebih Ringan

September 1, 2026

Ketakutan akan efek samping pengobatan kanker masih menjadi kecemasan banyak orang saat harus menjalani pengobatan kanker. Namun menurut dr. Choo Su Pin, Dokter Spesialis Onkologi Medis dari Curie Oncology kemajuan ilmu kedokteran dalam beberapa dekade terakhir telah membuat efek samping pengobatan kanker jauh lebih mudah ditoleransi dibandingkan sebelumnya.


Daftar Isi
  1. 1. Pemahaman Mekanisme Obat yang Lebih Baik
  2. 2. Ketepatan Dosis yang Lebih Presisi
  3. 3. Kehadiran Imunoterapi dan Terapi Target

1. Pemahaman Mekanisme Obat yang Lebih Baik

Pemahaman yang lebih mendalam mengenai cara kerja obat dan tubuh manusia memungkinkan dokter memberikan pengobatan pendukung yang jauh lebih efektif selama masa terapi, termasuk kemoterapi.

“Our anti-vomiting medicines nowadays are really very good. You’ve got very good other medication for pain, for constipation, for diarrhea, and so on.”

dr. Choo Su Pin, Medical Oncologist, Curie Oncology

Obat anti-mual generasi terbaru saat ini bekerja jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya, begitu juga dengan berbagai obat pendukung lain seperti obat pereda nyeri, obat untuk sembelit, maupun diare, sehingga efek samping yang paling sering dikeluhkan pasien selama masa pengobatan kini dapat dikendalikan dengan jauh lebih baik.

2. Ketepatan Dosis yang Lebih Presisi

Dokter kini juga memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai takaran dosis obat yang tepat untuk setiap pasien, sehingga risiko menerima dosis berlebih (overdosis) dapat diminimalkan. Menurut dr. Choo Su Pin, hal ini merupakan salah satu perubahan signifikan yang membuat pengobatan kanker jauh lebih dapat ditoleransi pasien dibandingkan beberapa dekade lalu.

3. Kehadiran Imunoterapi dan Terapi Target

Perkembangan imunoterapi dan terapi target turut menghadirkan pilihan pengobatan dengan profil efek samping yang berbeda dari kemoterapi konvensional.

“The immunotherapy drugs and the targeted therapies — they don’t have the same kind of side effects like traditional chemotherapy, which is more like toxic drugs.”

dr. Choo Su Pin, Medical Oncologist, Curie Oncology

Berbeda dengan kemoterapi tradisional yang bekerja secara sistemik dan cenderung lebih toksik terhadap sel sehat, imunoterapi dan terapi target dirancang untuk bekerja lebih spesifik, sehingga umumnya menghasilkan efek samping yang berbeda dan tidak seberat pengobatan konvensional.


Kombinasi dari ketiga kemajuan ini menjadikan pengalaman menjalani pengobatan kanker saat ini jauh lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya — meski demikian, jenis dan tingkat efek samping tetap dapat berbeda pada setiap pasien. Konsultasikan dengan dokter onkologi Anda untuk memahami pilihan terapi serta pendekatan pendukung yang paling sesuai dengan kondisi Anda.

Tim dokter spesialis onkologi Ciputra Cancer Center, termasuk jaringan dokter dari Curie Oncology, siap membantu menjelaskan pilihan terapi yang paling sesuai dengan kondisi Anda.

Baca juga bagian lain dari wawancara ini: Kanker Bukan Satu Penyakit dan Mitos Gula Memberi Makan Sel Kanker, bersama dr. Choo Su Pin.

Artikel ini merupakan materi edukasi dan bukan pengganti konsultasi, diagnosis, atau perawatan medis profesional. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan dokter.

Artikel Terkait

Baca artikel kesehatan lainnya yang mungkin menarik bagi Anda

Promo Aktif

Penawaran terbaru yang masih berlaku untuk Anda.

Hubungi Kami

Kami siap membantu Anda dengan informasi lebih lanjut mengenai layanan dan fasilitas kami