Skip to main content
Nutrisi Tepat, Atasi Mual, Muntah, dan Sembelit pada Pasien Kanker

Nutrisi Tepat, Atasi Mual, Muntah, dan Sembelit pada Pasien Kanker

Juni 12, 2026
kanker makanan mual muntah nutrisi

Mual, muntah, dan sembelit (konstipasi) merupakan beberapa efek samping pencernaan yang paling sering dikeluhkan oleh pasien kanker selama menjalani masa pengobatan. Kondisi ini sering kali menurunkan nafsu makan secara drastis, padahal pemenuhan nutrisi pasien kanker sangatlah penting untuk menjaga energi tubuh dan mendukung proses pemulihan. Kabar baiknya, penyesuaian pola makan dan diet khusus dapat menjadi solusi utama untuk meredakan berbagai keluhan tersebut. Dengan strategi nutrisi yang tepat—mulai dari memilih jenis makanan yang ramah di lambung, meningkatkan asupan serat, hingga mengatur frekuensi porsi makan—Anda dapat mengelola rasa mual, mencegah muntah, dan melancarkan buang air besar tanpa harus mengorbankan kebutuhan gizi harian.

Daftar Isi
  1. Pola Makan Apa yang Sebaiknya Dijalani Selama Melakukan Pengobatan Kanker?
  2. Pola Makan Apa yang Cocok untuk Pasien yang Mengalami Mual Selama Pengobatan Kanker?
  3. Bagaimana dengan Pasien yang Mengalami Sembelit Selama Pengobatan Kanker?
  4. Apakah Ada Tips Nutrisi untuk Mencegah Diare Selama Pengobatan Kanker?
  5. Apakah Ada Makanan Khusus yang Harus Dikonsumsi pada Pasien Kanker?

Pola Makan Apa yang Sebaiknya Dijalani Selama Melakukan Pengobatan Kanker?

Jenis diet pada setiap orang berbeda-beda. Selama menjalani pengobatan, utamakan untuk mendapatkan cukup kalori dan protein, bersamaan dengan menangani gejala atau efek samping yang muncul. Anda dapat memilih makanan dengan fleksibel dan boleh mengonsumsi makanan kesukaan Anda.

Lakukan konsultasi dengan tim ahli gizi untuk mengetahui nutrisi spesifik yang diperlukan, terutama apabila selama menjalani pengobatan Anda mengalami penurunan nafsu makan, mual, konstipasi (sembelit), maupun diare.

Pola Makan Apa yang Cocok untuk Pasien yang Mengalami Mual Selama Pengobatan Kanker?

Untuk menangani mual dan muntah selama menjalani pengobatan kanker, cobalah untuk makan lebih sering namun dalam porsi yang kecil.

  • Hindari makanan yang terlalu berlemak, terlalu pedas, dan terlalu manis seperti gorengan, kue-kue manis, minuman manis, serta makanan yang terlalu berbumbu atau berempah.
  • Hindari bau-bauan yang terlalu kuat, seperti aroma masakan, asap, atau parfum, karena hal ini dapat memperburuk rasa mual.
  • Cobalah mulai makan dengan makanan yang ringan dan tidak terlalu berbumbu seperti biskuit, roti panggang, pasta, yoghurt, dan daging ayam tanpa kulit.

Bagaimana dengan Pasien yang Mengalami Sembelit Selama Pengobatan Kanker?

Disarankan untuk meningkatkan asupan serat secara bertahap dan memastikan tubuh mendapatkan cukup cairan.

  • Konsumsilah makanan dengan tinggi serat seperti buah, sayur, biji-bijian utuh, sereal, pasta gandum, nasi merah, dan sebagainya.
  • Utamakan untuk minum dalam jumlah yang cukup sehingga feses tetap lunak, yang juga membantu mencegah perut terasa kembung dan bergas.

Apakah Ada Tips Nutrisi untuk Mencegah Diare Selama Pengobatan Kanker?

Hal yang paling penting saat mengalami diare adalah mencegah dehidrasi. Pasien dianjurkan untuk minum setidaknya 1,5 – 2 liter cairan per hari. Air putih tentu merupakan pilihan yang baik, tetapi jus buah atau teh juga dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan.

Untuk menggantikan natrium dan kalium yang mungkin hilang akibat diare, Anda dapat mengonsumsi minuman yang mengandung elektrolit seperti oralit atau minuman elektrolit lainnya.

Selain itu, penting untuk menghindari makanan atau minuman yang dapat memperberat kerja sistem pencernaan, seperti:

  • Makanan atau minuman yang terlalu panas atau terlalu dingin
  • Makanan tinggi gula
  • Makanan tinggi lemak
  • Makanan pedas

Apakah Ada Makanan Khusus yang Harus Dikonsumsi pada Pasien Kanker?

Pada dasarnya tidak ada makanan khusus untuk pasien kanker. Namun, pasien dengan kanker sering kali mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh. Untuk mencegah infeksi yang berasal dari makanan, seperti infeksi bakteri Salmonella, Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini:

  • Kebersihan: Cuci tangan sebelum dan sesudah makan, serta bersihkan peralatan makan dan permukaan atau alas makan sesering mungkin.
  • Kategorikan: Pisahkan dan kategorikan bahan makanan seperti daging mentah, unggas, seafood, dan telur yang dapat membawa bakteri menular ke makanan siap saji. Lakukan penyimpanan secara terpisah.
  • Cara Memasak: Makanan aman dikonsumsi apabila dimasak hingga mencapai suhu yang cukup tinggi untuk membunuh kuman penyebab penyakit.
  • Lakukan Pendinginan: Segera simpan sisa makanan atau bahan makanan di lemari pendingin. Hal ini dikarenakan bakteri yang menyebabkan keracunan makanan dapat berkembang paling cepat pada suhu antara 4°C hingga 60°C.

Sumber

  • Memorial Sloan Kettering Cancer Center. (2018, March 21). Nutrition and cancer: 6 frequently asked questions (Link)
  • FoodSafety.gov. (2022, March 31). People at risk: Those with weakened immune systems (Link)
  • National Cancer Institute. (n.d.). Nutrition in cancer care (PDQu00ae)u2013Patient version (Link)

Artikel ini merupakan materi edukasi dan bukan pengganti konsultasi, diagnosis, atau perawatan medis profesional. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan dokter.

Artikel Terkait

Baca artikel kesehatan lainnya yang mungkin menarik bagi Anda

Promo Aktif

Penawaran terbaru yang masih berlaku untuk Anda.

Hubungi Kami

Kami siap membantu Anda dengan informasi lebih lanjut mengenai layanan dan fasilitas kami