Skip to main content
Mencegah Infeksi dan Mengenali Tanda Bahaya Demam Selama Kemoterapi

Mencegah Infeksi dan Mengenali Tanda Bahaya Demam Selama Kemoterapi

September 8, 2026

Kemoterapi bekerja dengan menghambat pertumbuhan sel yang membelah cepat, termasuk sel darah putih (leukosit) yang diproduksi sumsum tulang. Akibatnya, jumlah leukosit dapat menurun drastis selama masa pengobatan, melemahkan sistem kekebalan tubuh dan membuat pasien jauh lebih rentan terhadap infeksi dibandingkan kondisi normal.

Berikut langkah pencegahan harian yang perlu diterapkan, serta tanda bahaya yang wajib dikenali segera.


Daftar Isi
  1. Kebiasaan Harian untuk Mencegah Infeksi
  2. Demam Saat Kemoterapi: Kapan Ini Menjadi Kondisi Darurat?

Kebiasaan Harian untuk Mencegah Infeksi

Karena daya tahan tubuh sedang menurun, langkah-langkah sederhana berikut berperan besar dalam mengurangi risiko infeksi selama menjalani kemoterapi:

  1. Cuci tangan sesering mungkin, karena ini adalah langkah pencegahan yang paling efektif dan sederhana.
  2. Hindari keramaian dan orang yang sedang sakit, termasuk mereka yang mengalami batuk, pilek, atau demam.
  3. Hindari makanan mentah seperti sashimi, lalapan mentah, atau telur setengah matang, karena berisiko tinggi mengandung bakteri yang sulit dilawan tubuh saat leukosit rendah. Panduan keamanan pangan lebih lengkap dapat Anda baca di artikel Nutrisi Tepat untuk Pasien Kanker.
  4. Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan hindari penggunaan benang gigi (dental floss) yang kasar, karena luka kecil di gusi dapat menjadi pintu masuk infeksi.
  5. Gunakan pisau cukur elektrik, bukan pisau cukur biasa, untuk menghindari luka sayat kecil yang berisiko terinfeksi.

Ciputra Cancer Center menyediakan fasilitas laboratorium diagnostik yang mendukung pemantauan kondisi Anda selama menjalani kemoterapi.

Jika Anda memiliki pertanyaan mengenai kebiasaan pencegahan infeksi yang paling sesuai dengan kondisi Anda, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis onkologi kami.


Demam Saat Kemoterapi: Kapan Ini Menjadi Kondisi Darurat?

Sick Asian woman wrapped in a warm blanket checking her temperature on a digital thermometer at home.

Demam pada pasien yang sedang menjalani kemoterapi tidak boleh dianggap sebagai demam biasa.

Kondisi ini dikenal secara medis sebagai febrile neutropenia, demam yang terjadi saat jumlah sel darah putih sangat rendah, sehingga infeksi dapat berkembang dengan sangat cepat dan berpotensi mengancam jiwa apabila tidak segera ditangani.

Segera hubungi tim medis Anda atau pergi ke unit gawat darurat (IGD) rumah sakit terdekat apabila Anda mengalami:

  • Suhu tubuh 38°C atau lebih tinggi
  • Menggigil atau gemetar, meskipun suhu tubuh belum terukur tinggi
  • Rasa tidak enak badan yang muncul tiba-tiba dan terasa berbeda dari biasanya

Jangan menunggu hingga jadwal kontrol berikutnya apabila Anda mengalami tanda-tanda di atas, segera cari pertolongan medis, meskipun Anda merasa kondisi tubuh masih cukup baik secara keseluruhan.

Febrile neutropenia dapat memburuk dalam hitungan jam, sehingga penanganan cepat sangat menentukan keselamatan Anda.

Sebagai langkah pencegahan, pantau suhu tubuh Anda secara rutin, terutama pada hari-hari setelah menjalani sesi kemoterapi ketika kadar leukosit biasanya berada di titik terendah, agar tanda infeksi dapat terdeteksi sedini mungkin.


Pencegahan dan penanganan infeksi selama kemoterapi merupakan bagian dari Layanan Onkologi Medis Ciputra Cancer Center. Temukan dokter spesialis onkologi yang menangani Anda melalui halaman Profil Dokter kami.

Jika Anda mengalami demam atau tanda infeksi lain selama menjalani kemoterapi di Ciputra Cancer Center, segera hubungi tim kami melalui WhatsApp atau datang langsung ke IGD Ciputra Hospital CitraGarden City. Jangan menunda, penanganan yang cepat sangat menentukan keselamatan Anda.

Sumber

  • Kementerian Kesehatan RI. (2023). Bagaimana Mencegah Infeksi Selama Kemoterapi. (Link)
  • Alomedika. (2023). Tata Laksana Febrile Neutropenia Pasca Kemoterapi. (Link)
  • MSD Manuals Konsumen. (2023). Neutropenia - Gangguan Sel Darah Putih. (Link)

Artikel ini merupakan materi edukasi dan bukan pengganti konsultasi, diagnosis, atau perawatan medis profesional. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan dokter.

Artikel Terkait

Baca artikel kesehatan lainnya yang mungkin menarik bagi Anda

Promo Aktif

Penawaran terbaru yang masih berlaku untuk Anda.

Hubungi Kami

Kami siap membantu Anda dengan informasi lebih lanjut mengenai layanan dan fasilitas kami